Sebuah video baru dirilis memperlihatkan pasukan polisi Hungaria
mendistribusikan makanan di antara pengungsi dengan cara memalukan, yang
menyebabkan kemarahan di kalangan kelompok-kelompok hak asasi di
seluruh dunia.
Upload video di YouTube Kamis (10/9/15), menggambarkan pasukan polisi
Hungaria melemparkan paket makanan, sandwich dan roti ke pengungsi yang
beradda di balik pagar kamp pengungsi Roszke.
“cara itu tidak manusiawi dan dengan jelas mengatakan kepada
orang-orang bahwa mereka tidak berebut makanan meskipun jelas sangat
lapar,” kata Michaela Spritzendorfer, seorang relawan Austria yang
merekam insiden merendahkan itu pada Rabu.
Spritzendorfer dan sesama aktivisnya Klaus Kufner mengunjungi kamp
untuk menyediakan makanan, pakaian dan obat-obatan bagi para pengungsi.
“Rasanya seperti memberi makanan ke hewan di kandang, seperti Guantanamonya Eropa,” Kufner mengatakan.
Awal pekan ini, badan pengungsi PBB (UNHCR) menyuarakan keprihatinannya atas kondisi mengerikan para pengungsi di kamp Roszke.
Pengungsi
Irak Ahmad (Kanan), 27 tahun, Alia, 26 tahun, dan bayi mereka berusia
empat bulan Adam berjalan di jalur kereta api di perbatasan
Serbia-Hungaria pada tanggal 1 September 2015. (Foto: AFP)
Kebijakan keras Hungaria terhadap pengungsi telah membuat marah masyarakat dan kelompok hak asasi internasional.
Pada akhir Agustus, pemerintah sayap kanan di Budapest menyatakan
pembangunan pagar kawat penghalang di sepanjang perbatasan selatan
dengan Serbia untuk menghalangi masuknya pengungsi. Perdana Menteri
Hungaria Viktor Orban juga menetapkan batas waktu hingga 31 Oktober
untuk membangunan pagar pembatas setinggi empat meter tinggi di
sepanjang perbatasan negara.
Negara Eropa lebih jauh telah meratifikasi undang-undang yang
memungkinkan polisi untuk menangkap dan memenjarakan pengungsi atas
tuduhan memasuki perbatasan secara ilegal. UNHCR memperingatkan bahwa
peraturan yang diberlakukan pada hari Selasa, bisa memperburuk krisis
pengungsi.
“Sangat penting bahwa pelaksanaan legasi yang baik dipikirkan … Jika
tidak, dapat menyebabkan kekacauan sehabis 15 September diperbatasan,”
direktur UNHCR Eropa Vincent Cochotel menyatakan.
Hongaria adalah zona transit bagi ribuan pengungsi dari negara-negara
yang dilanda perang di Timur Tengah dan Afrika yang berusaha untuk
mencapai Eropa Barat.
Sebelumnya pada hari itu, PBB mengumumkan bahwa 7.600 pengungsi,
sebagian besar berasal dari Suriah, memasuki Makedonia dari Yunani
antara pukul 6:00 (1600 GMT) pada hari Rabu dan 06:00 pada hari Kamis.
Anak
laki-laki mengambil mainan yang rusak saat ia dan pengungsi lainnya
sedang menunggu untuk naik bus di stasiun kereta api di Nickelsdorf,
Austria, dekat perbatasan Hungaria-Austria pada tanggal 10 September
2015. (Foto: AFP)
“Kami memiliki informasi dari rekan-rekan kami di Yunani bahwa bus di
perjalanan, mereka akan datang dan terus datang,” Alexandra Krause,
petugas perlindungan senior UNHCR, melaporkan.
PBB memperkirakan bahwa jumlah pengungsi menuju Eropa secara drastis akan meningkatkan dalam waktu dekat.
“Pada 2015, UNHCR mengantisipasi bahwa sekitar 400.000 pendatang baru
akan mencari perlindungan internasional di Eropa melalui Mediterania.
Pada 2016, jumlah ini bisa mencapai 450.000 atau lebih,” demikian
pernyataan oleh badan dunia. []
(Mahdi-News/ABNS)